Kemenag Kalsel : Kriteria Hilal 1 Syawal 1447 H Di Perkirakan Jatuh Pada 21 Maret 2026 Masehi

Terkini 20 Mar 2026 20:17 2 min read 6 views By Den

Share berita ini

Kemenag Kalsel : Kriteria Hilal 1 Syawal 1447 H Di Perkirakan Jatuh Pada 21 Maret 2026 Masehi
Berita, Kemenag, Hilal, Nasional

Banjarmasin, PusatKota.- Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) merilis data pengamatan hilal menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah. 

 

Berdasarkan pemantauan dan perhitungan, kondisi hilal di wilayah Kalsel pada hari Kamis, 19 Maret 2026, menunjukkan bahwa kriteria yang ditetapkan oleh Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) belum terpenuhi. 

 

Berdasarkan kriteria Imkanur Rukyat MABIMS terbaru, yaitu tinggi hilal 3°dan sudut elongasi 6,4°ditetapkan berdasarkan surat Direktur jenderal bimbingan Masyarakat Islam tanggal 25 Februari 2022 nomor B 79/ DJ. lll/HM.00/02/2022 perihal pemberitahuan penggunaan kriteria lmkanur Rukyat MABIMS baru) yang digunakan oleh pemerintah Republik Indonesia maka kondisi hilal tidak terpenuhi dalam kondisi seperti ini maka secara teori 1 syawal 1447H bertepatan pada tanggal 21 Maret 2026M.

 

Pemantauan dilakukan dari Rooftop Zuri Express Hotel Banjarmasin yang dilakukan langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Kalsel H.Muhammad Tamrin menjelaskan.,secara teknis hilal saat itu berada di ambang batas kriteria Imkanur Rukyat MABIMS.

" Ijtima terjadi pukul 09.23 WITA. Pada saat itu tinggi hilal tercatat 2° 25 menit 34 detik, dengan elogasi 5° 25 menit 44 detik dan umur bulan 9 jam 8 menit."jelas nya.

 

Data astronomis menunjukkan bahwa ijtimak terjadi pada pukul 09.23 WITA. Matahari terbenam pada pukul 18.33 WITA, diikuti oleh terbenamnya bulan pada pukul 18.43 WITA. 

Adapun hasil pengukuran tinggi hilal hakiki adalah 02° 25' 34". Angka ini masih di bawah kriteria minimum MABIMS yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat. Selain itu, elongasi atau jarak sudut matahari dan bulan tercatat sebesar +05° 25' 44", yang juga belum memenuhi kriteria MABIMS sebesar 6,4 derajat. 

 

Dengan tidak terpenuhinya kedua kriteria utama tersebut, Kemenag Kalsel menyimpulkan bahwa secara teori, 1 Syawal 1447 H akan bertepatan pada tanggal 21 Maret 2026 M. Meskipun demikian, penetapan resmi awal Syawal tetap menunggu hasil dinamika dan keputusan final dari Sidang Itsbat yang akan diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) sesaat setelah pemantauan hilal dilakukan secara nasional. 

 

(Den)

PusatKota News

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp